Berkata Celaka (Perkara di Sekitar)
"Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya." - Amsal 18 : 7
Nelangsa....
Kusno kini memiliki kekasih baru. Lelaki yang diimpikan telah bersanding dengan wanita ayu asal Kepanjen. Merana, tapi tak menyerah. Sebelum mengibarkan bendera putih, Jelita memeriksa seperti apa wanita yang dapat memikat hati lelaki nya itu.
Hebat betullah teknologi masa kini, atau barangkali tekad Jelita yang begitu rupa sehingga dapat mengetahui wanita yang sebelumnya tak pernah dilihat dan dikenal.
Jelita tak menyampaikan mengapa gerangan terlihat lusuh. Lewat 3 hari, yang ia lakukan hanya menggulir handphone canggihnya yang dapat dilipat sambil mengumpat berbagai kata yang mengejutkan jika didengar langsung.
"Jamet banget sumpah Meh. Mayan cakep. aku tuh bingung ya? foto sambil ngevape tuh menambah kharisma seseorang kah? biar dibilang apa sih begitu tuh?"
liat.. OMG. tolong lah Kusnoooo... wake up!!!"
"Oke, fix aku mau potong rambut. Eh di Sho**e lagi ada diskon buat produk ini, beli gak ya? nanti gak cocok di kulit aku lagi. Aku pake yang alami aja kali ya? bikin masker timun yuk" - Instagram
.........................................
Korona tak kunjung usai. Membuat resah banyak insan.
Tak kala orang yang tak merasakan dampaknya pun turut resah.
Waktu senggang istirahat kerja adalah kesempatan, beradu kata, berkeluh kesah.
"korona ini cepat banget ya nularnya"
" Sepertinya begitu. kan ada dulu omongan tentang senjata biologis. teman ku didaerah (sensor). Dia itu kalau mau hujan bisa dibuat pakai teknologi. Jangan-jangan korona ini juga begitu? loh kan awalnya itu ada orang bertahun-tahun makan kelelawar, kok bisa satu hari kelelawar itu bermasalah dan akhirnya menimbulkan korona kayak gini?"
"Aku yakin pemerintah mengambil keuntungan dari sini. Supaya diliat wah kerjanya bagus nih."-Pekerjaan
.....................................
Perilaku manusia tak terduga saat ini.
Melangkah 2 mil, 2 detik setelahnya seseorang telah berada di barisan belakang.
Barangkali beberapa saat kemudian, ia telah sampai di tujuan.
Ya, bisa jadi.
Semoga bisa.
"Kita tuh harus berhenti bilang orang tuh bodoh, bala dan segala macem. Takutnya jadi doa.
"Kebodohan apa lagi yang lu hadapi sih?"
" Gua tuh gangerti ya, kok bisa ya orang tuh kalau sekalinya demen langsung into banget sampe all out begitu. Kok bisa orang tuh sedesperate itu dengan cinta tuh. Kenapa bege? kenapa? (dialog tidak dilanjutkan demi kenyamanan bersama)"
"jadi gak rasional ya? maksudnya kok bisa ya ampe gabisa nimbang sisi-sisi lain atau resiko kedepannya bakal gimana gitu. cuk lah! FOMO bege. Biarin dah."
"Salah duduk bege dia"
"Kurang banyak duduk sama kita kali.
WKWK" - Perkerabatan
.................................
Celaka! Celaka!
Hanya dua sampai tiga baris saja, sudah celaka!
Hari-hari terantuk kata
Bilamana marabahaya berasal dari mulut yang tak bermakna
Mati sia-sia. Celaka tak berdaya.
Permulaan kata, berakhir Celaka.
Salam kasih
Megijettt
Komentar
Posting Komentar