Pasca Ombak Sedang
Tak akan ada ombak yang tak dapat dikuasai.
Itu yang laut ajarkan pada anak pengembara.
Pun di darat, ombak tak akan bertahan lama.
Sudah terdengar gemuruhnya, sepertinya ombak sedang.
Namun, ombak sedang ini datang dari arena yang sama sekali tak dikuasainya.
Bahkan lautpun tak pernah memunculkan ombak seperti ini.
Anak pengembara terlihat lusuh, dan perlahan kehilangan daya.
Ia mencari alat di tengah ombak yang menghadang.
Anak pengembara kesulitan sekali.
Lalu ia mencari bala bantuan.
Lebih tepatnya hiburan.
Ia pergi ke akuarium yang ia sebut akuarium magnet.
Tempat ia melihat ikan hitam kesukaanya (saat ini ikan tersebut sudah mulai memunculkan warnanya)
Ia berharap ikan itu dapat mengurangi gemuruh ombak.
Ini hari terkahir ia berharap ikan hitam datang.
Belakangan ikan hitam jarang muncul.
Anak pengembara berdoa kepada Bintang Timur,
Ia memohon agar dapat melihat ikan hitam sebelum meninggalkan akuarium.
Detak jantung anak pengembara seketika cepat
Ia mengenal pertanda ini
Benar saja. Sang Bintang Timur mengabulkan doanya.
Ikan hitam datang.
Betapa senang hatinya saat itu.
Ia tak tahu bagaimana merespon lonjakan suasana hatinya
Namun ku peringatkan kepadamu, ketahuilah dan berhati-hatilah
Pada situasi tertentu, anak pengembara adalah ahli mengendalikan perasaan.
HANYA PADA SITUASI TERTENTU, DAN SITUASI ITU LAH YANG AKU MAKSUD.
Meskipun demikian, ternyata kemampuan itu punya batasan waktu.
Sadar bahwa kemampuannya melemah, anak pengembara meninggalkan akuarium.
Tentu saja ia sedikit menyesal, karena hanya menikmati sesaat saja pemberian dari Sang Bintang Timur.
Tetapi itu pun sudah cukup baginya.
Hari itu, kali pertamanya ia bersyukur di tengah suara gemuruh ombak.
Komentar
Posting Komentar