Dijawab dengan Hujan
Lampoh, Republik Baja
hari ini kebetulan hujan, jadi mari kita berbicara tentang hujan.
adakah diantara kamu yang takut hujan?
jawabannya ADA BANGET.
takut kebasahan, takut sakit flu, pusing dan sebagainya, takut keinget mantan? bisa jadi.
ada juga hujan yang harusnya buat kita kedinginan, tapi justru menghangatkan suasana. kayak sepasang kekasih, keluarga inti, atau teman-teman disekeliling ini. Ngobrol sambil lihat hujan, bawaanya teduh banget.
tapi pernah gak, waktu kamu punya masalah, terus masalahmu dijawab pake hujan?
Masalahnya apa, dijawabnya apa. Rada gokil memang.
Jadi begini ceritanya, suatu hari aku ada permasalahan finansial. Aku harus membayar suatu tagihan, tetapi saat itu aku sedang tidak punya penghasilan tetap, dan tabungan menipis.
Kalau permasalahannya tentang duit, pasti buat kepala jadi kepusingan setengah mati. Mau tidur juga gak bisa, mau keluar tapi gaada budget buat itu. Jadi mau gak mau, hari itu harus dihadapi dengan keheningan.
Muter otak banget. Muternya bukan akunya ngangguk ngangguk, atau diputer kanan kiri.
BUKAN YA. Muter otaknya itu beneran berpikir keras, gimana caranya aku bisa bayar tagihan saat ini juga.
Udah muterin otak! kali ini aku beneran sampai ngangguk-ngangguk, tapi gak nemu-nemu juga solusi. Karena gak nemu-nemu, akhirnya nyoba rileks sebentarlah sembari nonton yutub. Muncullah video Pandji dan Daniel di timeline youtubeku.
Langsung nemu solusi? Sayangnya tidak!
Waktu itu aku dengerin dan liat mereka lagi ngobrolin tentang perjalanan hidup. Kali itu gilirannya seorang Pandji dari sisi spiritualnya, menceritakan kisah hidupnya. Bagaimana keajaiban terjadi, di detik-detik dia udah gabisa apa-apa. Aku menyimak dan menikmati betul percakapan mereka.
POV yang ku tangkap adalah doa dan berserah. dan seketika itu juga keajaiban terjadi.
Itu tadi ceritanya Pandji, Miraclenya Pandji, Spiritualnya Pandji.
Mungkinkah terjadi kepadaku? ya mana saya tahu.
Tapi kali itu aku percaya. Karena otakku sudah lelah untuk menemukan bagaimana cara menyelesaikan permasalahanku. Aku berharap. Awalnya berkhayal dulu, cara apa yang paling keliatan miracle untuk menerima uang itu. Dengan modal iman yang gak ada apa-apanya itu, aku berdoa.
Berdoa "semoga sekian juta ini tiba-tiba ada di atmku." doa yang pertama.
Selang beberapa waktu, gaada notifikasi ataupun tanda-tanda keajaiban itu terjadi.
Saldo atmku gak bertambah. Aku berkata dalam otakku, oh barangkali habis ini. Tapi sejujurnya di sisi lain, gak heran juga kalau gaada keajaiban. kenapa? teringat terakhir aku berdoa waktu itu kepepet apa gitu. ya intinya berdoa kalau kepepet. Mana mungkinlahhh dijabah, wong akunya juga setelanne koyok ngene. *mikir dah tuh kamu kayak gimana tuh orangnya*
Mulai muter otak lagi, biar bagaimanapun harus tetep harus ada backup plan, kalau-kalau doaku di reject sana Beliau.
Hari sudah mau berganti tapi sekian juta ini belum juga ada di atm. Pusing! Iya, betul pusing banget! *kaum-kaum ekonomi ac alam mesti paham betul situasi begini. Yakan? kamu pernah kan? pusing kan kamu? sama aku juga pernah ngerasain.*
Setiba keingat sama back storynya Steve Harvey, waktu pengen ikut stand up comedy, tapi sama sekali gak punya duit buat ongkos ke tkp kompetisi, terus dia berdoa, sesaat setelah dia berdoa, ada orang ngirim duit. im forget about the details. Akhirnya aku berpikir coba doa lagi lah kalau gitu udah lewat 3 jam mana tahu kelupaan.
Kedua kalinya coba doa lagi, sembari tetep mikir back up plannya apa kalau ini tidak dijawab, bahkan gak teregistrasi dalam daftar buku doanya Beliau.
Doa yang kedua ini agak dikit beda, biar gak terkesan minta doang, ku tambahkan lah dalam doaku ada effortku sedikit. berdoa "Semoga ada orang ngirim duit ke aku, atau ada client repeat order jasaku." Taraaaaaaa.... Gak terjadi apa-apa.
Kedua kalinya coba doa lagi, sembari tetep mikir back up plannya apa kalau ini tidak dijawab, bahkan gak teregistrasi dalam daftar buku doanya Beliau.
Doa yang kedua ini agak dikit beda, biar gak terkesan minta doang, ku tambahkan lah dalam doaku ada effortku sedikit. berdoa "Semoga ada orang ngirim duit ke aku, atau ada client repeat order jasaku." Taraaaaaaa.... Gak terjadi apa-apa.
Gabisa tidur! kali ini bukan cuma kepusingan, tapi dada juga terasa gak enak banget. Pikiran kacau.
Karena udah gak ada akal lagi, bahkan untuk mikirin backup plan. Akhirnya Kali ini doanya beda, jadi kayak gini, "Ya Tuhan ku serahkann padamu apapun yang Kau kehendaki"
JEDERRRRRRRR UANG JATUH... Gak usah bikin bikin khayalan sendiri ya dikisah hidupku.
bercanda aku sayang kamu.
bercanda aku sayang kamu.
setelah aku berdoa, setiba hujan turun. Waktu hujan turun, aku bisa mendengar rintik hujan. kedengaran banget. Tapi karena suara hujan itu aku merasa lebih tenang. aku coba tarik napas, dan sekujur tubuh, juga pikiranku terasa lebih rileks. Yap betul, gak ada notifikasi yang menyatakan bahwa saldo atmku bertambah. GAK ADA. Tapi dengan pikiran yang tenang, akhirnya aku menemukan cara untuk menyelesaikan masalahku. Dengan tenang aku coba nego ke pihak tagihan untuk meminta waktu sampai besok siang. Approved.
Dan setelah itu, perasaanku betul-betul lega. Suara hujannya membuat kepalaku yang tadinya pusing, pikiran yang semerawut, jadi lebih tenang. dan bahkan aku bisa tidur nyenyak.
Yang jadi permasalahan adalah duit, tapi dijawab dengan air hujan. Bukankah komedi sekali kehidipin yang fana ini teman-teman?
Tapi serius, karena suara hujan itu aku bisa berpikir jernih, merasa lebih tenang, bisa menyadari bahwa permasalahan itu bisa dihadapi, dan bahkan sebenarnya solusinya itu simple. Tapi pakai ada drama karena merasa permasalahan ini aku tanggung sendiri. dan karenanya aku ingat kalau selalu ada Beliau di masa-masa suramku yang penuh EA ini. kebesokannya aku bayarkan tagihanku dan permasalahanku selesai.
Ada-ada aja ea ea dalam hiduku nih.
Salam Kasih,
Megijettt
Megijettt
Komentar
Posting Komentar