Riuh
Apakah itu, yang selalu dinantikan anak kecil, untuk menemani tidur lelapnya. Ya. Sinar Bulan dan Bintang. Malam ini angin menyampaikan pesan, kasat. Sinar menunjukkan langkah, buram. Tetapi anak pengembara bertanya arah pada Matahari. Maka malam ini, anak pengembara memutuskan untuk berbaring, kemudian menutup mata. Menanti kedatangan Matahari. Dalam penantian, anak pengembara gelisah. Mata terpejam. Namun telinga terjaga, mengamati setiap suara. Sesekali ia mengerutkan dahi dalam keadaan mata terpejam, ketika yang terdengar bukanlah suara ayam berkokok. Melainkan suara detik jam Tik... Tik.. Tik... Dalam hati ia berhitung 1...2...3...4...5...6... Namun ia terganggu dengan riuh angin di luar, suaranya semakin keras, dan jelas... Angin membuat pepohonan turut berseru... Mengangkat genteng rumahnya Mendobrak jendela kamarnya dan merobohkan segala upaya cuek anak pengembara. Karenanya Anak Pengembara merasa kesal. Bukan kesal, melainkan sangat kesal. Lalu dih...